Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Agustus 2011

PBB Khawatirkan Nasib Anak-Anak di Kamp Ethiopia


UNHCR – badan urusan pengungsi PBB – mengatakan anak-anak di sebuah kamp bagi para pengungsi Somalia di Ethiopia kini sekarat dalam jumlah yang “mencemaskan”.

UNHCR melaporkan sekitar 10 anak di bawah usia lima tahun meninggal setiap hari di kamp pengungsi Koba di Ethiopia Timur. UNHCR mengatakan kurang gizi merupakan penyebab utama kematian tersebut, tetapi wabah campak diduga memperburuk masalah ini.

Kamp di wilayah Dollo Ado dibuka bulan Juni bagi ribuan warga Somalia yang menyelamatkan diri dari kemarau panjang, bencana kelaparan dan pertempuran di negara mereka.

PBB telah mengumumkan bencana kelaparan di lima wilayah di Somalia Selatan, dan memperkirakan bencana ini akan meluas ke seluruh kawasan Selatan selambat-lambatnya pada akhir bulan ini.

Sabtu, 13 Agustus 2011

Ibu Harus Milih Anak Mana yang Harus Mati.

Bayi Somalia
  Perjalanan para pengungsi Somalia menuju negara tetangga untuk mencari makan kadang menghabiskan waktu berhari-hari. Dalam perjalanan, seorang ibu tidak jarang terpaksa meninggalkan anak mereka yang tidak berdaya, demi kelangsungan hidup anak yang lainnya.

Kenyataan pahit ini harus dijalani oleh Wardo Mohamud Yusuf, seorang ibu berusia 29 tahun. Wardo telah berjalan selama dua minggu di tengah terik menuju perbatasan Kenya. Di tempat ini, dia berharap mendapatkan makanan dan minuman di tenda pengungsian yang disediakan negara jiran.

Wardo menggendong anak perempuannya yang berusia satu tahun di punggungnya, sementara anak lelakinya yang berusia empat tahun berjalan bersamanya. Dua minggu berjalan dengan makanan dan minuman yang minim, bocah lelaki malang tersebut ambruk.

Wardo langsung memberikan sedikit minuman yang dia bawa di kepalanya kepada putranya. Namun, karena tidak sadarkan diri, bocah itu tidak dapat meneguk air untuk menghilangkan dahaga. Wardo berteriak minta tolong, keluarga dan kerabatnya tidak ada yang berhenti. Mereka tetap berjalan, mengkhawatirkan diri mereka sendiri.
Akhirnya, Wardo harus memilih. Sebuah pilihan yang ibu manapun pasti sulit melakukannya.
"Akhirnya, saya putuskan untuk meninggalkan dia, menitipkannya kepada Tuhan, di tengah jalan," ujar Wardo ketika diwawancara di kamp pengungsi di Dadaab, Kenya, dilansir dari laman Daily Mail, Jumat, 12 Agustus 2011.

Rabu, 16 Maret 2011

Fukushima Bagai Kota Mati

Neil Ikhsan (20) tak pernah menyangka pada Jumat (11/3/2011) lalu sebuah goncangan gempa tiba-tiba terjadi sedemikian kuatnya. Selama dua tahun ia tinggal di Jepang, tepatnya di Fukushima, gempa memang kerap kali terjadi, tetapi tak sebesar hari itu. Gedung-gedung bergetar hebat. Peralatan di perkantoran, rumah, ataupun di kampus-kampus berserakan. Semua orang hanya bisa berpikir untuk menyelamatkan diri masing-masing menuju ruang terbuka.
"Pas gempa ada alarmnya, tapi di sana gempa itu biasa. Goyang-goyang, tapi kenapa ini lama sekali tidak berhenti-henti," ungkap Neil, Selasa (15/3/2011) di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta.
Neil yang merupakan mahasiswa Fukushima Technology College menceritakan, saat itu warga Jepang berhamburan keluar rumah. Tak lama berselang, sebuah ledakan besar terjadi dari arah pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
"Saya sedang kumpul dengan teman-teman, orang-orang sudah ramai ada nuklir yang meledak. Dari jauh saya lihat asap tebal hitam sudah ke atas, orang-orang panik takut terkena radiasi," ujarnya. Api yang membubung ke langit begitu hitam dan akhirnya semakin membesar.

Minggu, 13 Maret 2011

10 Gempa Terdasyhat yang Pernah Ada

Foto dari rekaman televisi NHK menunjukkan tsunami menggulung kawasan Miyagi pascagempa berkekuatan 8,9 skala Richter, Jumat (11/3/2011).
Foto dari rekaman televisi NHK menunjukkan tsunami menggulung kawasan Miyagi pascagempa berkekuatan 8,9 skala Richter, Jumat (11/3/2011).
Via Kompas.com , AFP .
Berikut daftar gempa terdahsyat dunia menurut data US Geological Survey (USGS), yang dimuat laman news.com.au,  Tiga diantaranya terjadi di Indonesia :
1. Gempa dengan kekuatan 9,5 SR mengguncang Chile pada 22 Mei 1960. Sebanyak 1.655 orang terbunuh. Tsunami yang diakibatkan gempa ini juga membunuh 68 orang di Hawaii, 138 orang di Jepang, dan 32 orang di Filipina.
2. Gempa berkekuatan 9,2 SR mengguncang Alaska pada 28 Maret 1964. 15 orang tewas akibat gempa, sedangkan 113 orang tewas akibat tsunami susulan.
3. Gempa 9,1 SR terjadi di Aceh, Indonesia pada 26 Desember 2004. Gempa itu mengakibatkan tsunami dahsyat yang menewaskan 230.000 orang di beberapa belahan dunia. Gempa paling mematikan yang pernah tercatat dalam sejarah.

10 Fakta Menarik dari Tsunami

Kata ‘tsunami‘ berasal dari bahasa Jepang, dan diterjemahkan sebagai ‘gelombang pelabuhan‘. Tsunami dulu disebut ‘gelombang pasang‘, tetapi istilah tersebut penggunaannya oleh ilmuwan telah bergeser.
1. Tsunami terdiri dari serangkaian gelombang yang dikenal sebagai kereta gelombang, bukan gelombang tunggal. Untuk tsunami yang besar, gelombang ini tiba-tiba dan yang pertama tidak selalu yang terbesar.
2. Sebagian besar tsunami disebabkan oleh gempa bumi bawah laut. Gempa bumi berkekuatan 8,0 sebagai penyebab bencana Samoa, menurut US Geological Survey. Sebuah gempa bumi bisa menyebabkan tsunami jika memiliki kekuatan yang cukup dan berada di kedalaman air yang memadai.
3. Sekitar 80 persen dari seluruh tsunami terjadi di Samudera Pasifik.(INDONESIA)

Gara-Gara Gempa Jepang Bergeser Sepanjang 2 Meter

 


Gempa bumi berkekuatan 8.9 skala Richter yang disusul dengan tsunami membuat pulau utama Jepang bergeser hingga 2,4 meter. Gempa ini juga dilaporkan telah menggeser poros bumi.

"Sampai saat ini, kami mendapati salah satu stasiun GPS kami bergeser (2,4 meter), kami juga melihat peta dari GSI (Geospatial Information Authority) di Jepang, memperlihatkan perubahan pola di lokasi yang luas, sama dengan perubahan massa daratan," ujar Kenneth Hudnut, ahli geofisika dari badan Survey Geologi Amerika Serikat (USGS), dilansir dari laman CNN, Sabtu, 12 Maret 2011.

Selasa, 11 Januari 2011

Banjir Mirip Tsunami Melanda Australia Timur

Banjir bandang melanda kota Toowoomba di negara bagian Queensland, Australia, Senin 10 Januari 2011. Situasi itu memperparah kawasan timur Australia, yang dilanda banjir dalam beberapa pekan terakhir.
Bencana kali ini menewaskan sedikitnya delapan orang dan 72 warga masih hilang. (Videonya bisa dilihat dengan mengklik tautan ini)
Suasana banjir bandang di Queensland, Australia (Dokumentasi TVOne)