Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Maret 2012

Anak Durhaka Dan PM Singapura (Kisah Nyata)

Sengaja saya co-pas untuk ngisi entri blog saya yang baru soalnya sudah lama gak ngisi, dan jugak untuk menyampaikan sesuatu yang saya serahkan pada Anda semua, apa sesuatu yang saya maksud??
Sebuah Kisah Nyata dari Negeri tetangga Singapura beberapa dekade lalu yang cukup menghebohkan hingga Perdana Menteri saat itu, Lee Kwan Yew senior turun tangan dan mengeluarkan dekrit tentang orang lansia di Singapura.
Dikisahkan ada orang kaya raya di sana mantan Pengusaha sukses yang mengundurkan diri dari dinia bisnis ketika istrinya meninggal dunia. Jadilah ia single parent yang berusaha membesarkan dan mendidik dengan baik anak laki-laki satu-satunya hingga mampu mandiri dan menjadi seorang Sarjana.
Kemudian setelah anak tunggalnya tersebut menikah, ia minta ijin kepada ayahnya untuk tinggal bersama di Apartemen Ayahnya yang mewah dan besar. Dan ayahnya pun dengan senang hati mengijinkan anak menantunya tinggal bersama-sama dengannya. Terbayang dibenak orangtua tersebut bahwa apartemen nya yang luas dan mewah tersebut tidak akan sepi, terlebih jika ia mempunya cucu. Betapa bahagianya hati bapak tersebut bisa berkumpul dan membagi kebahagiaan dengan anak dan menantunya.
Pada mulanya terjadi komunikasi yang sangat baik antara Ayah-Anak-Menantu yang membuat Ayahnya yang sangat mencintai anak tunggalnya itu tersebut tanpa sedikitpun ragu-ragu mewariskankan seluruh harta kekayaan termasuk apartment yang mereka tinggali, dibaliknamakan ke anaknya itu melalui Notaris terkenal di sana.
Tahun-tahun berlalu, seperti biasa, masalah klasik dalam rumah tangga, jika anak menantu tinggal seatap dengan orang tua, entah sebab mengapa akhirnya pada suatu hari mereka bertengkar hebat yang pada akhirnya, anaknya tega mengusir sang Ayah keluar dari apartment mereka yang ia warisi dari Ayahnya.
Karena seluruh ha

Sabtu, 31 Desember 2011

Peniruan Dedy Corbuzier

Orang yang mengaku mentalis ini memang sangat angkuh, dari mengatakan bangsa Indonesia sulit untuk maju karena prediksinya tentang pemenang piala dunia 2010 ini yang menggunakan teknologi (via youtube). Tapi ternyata hal tersebut bukanlah sesuatu yang sulit untuk di pecahkan, yaitu dengan menyebutkan semua peserta sebagai pemenang piala dunia 2010 dan merekamnya di dalam youtube, sehingga jika ada yang tersisih rekaman tersebut akan di hapus satu per satu seiring gugurnya satu persatu peserta tersebut.

Rekamanan di buat sebelum ajang piala dunia terbukti dengan tanggal upload pada youtube. Namun seiring dengan tersisihnya semua peserta piala dunia, maka Deddy dan tim kreatifnya harus menyisihkan satu nama peserta untuk di publikasikan pemenangnya. Dan benar ketika Spanyol memenangkan piala dunia, maka nama tersebut di umumkannya. Apakah anda takjub???, jangan dulu karena walaupun prediksi di buat sebelum ajang piala dunia, namun rekaman tersebut baru sebatas di upload (tertanggal sebelum ajang piala dunia), namun baru di publish setelah Spanyol memenangkan. Ini tidak ada hubungannya dgn "permainan Psikis, mentalis. Ini hanya trik sulap saja. 

Gaya seseorang adalah identitas seseorang, kalau gaya aja udah berani niru, apalagi trik-nya. Karena kita bukan bangsa Malaysia yg suka meniru bukan?

Yang di contek oleh Deddy adalah pesulap terkenal dari Amerika Max Maven, kopi abis

Jumat, 30 Desember 2011

Tokoh Tahun 2011 Versi Majalah The Times

Koran Inggris The Times memberi penghargaan Tokoh Tahun Ini untuk Mohamed Bouazizi. Dialah pria Tunisia yang membakar diri dan kemudian menginspirasi revolusi yang menjatuhkan diktator-diktator di negara-negara Arab, serta mengguncangkan autokrasi yang masih tersisa di kawasan tersebut.

Bouazizi membakar dirinya sendiri tahun lalu setelah petugas keamanan menyita gerobak sayur pemuda usia 26 tahun ini yang tanpa izin. Petugas juga dilaporkan menampar dan menghina Bouazizi. Aksi putus asa Bouazizi tersebut menyentuh jutaan warga Arab yang tidak memiliki prospek pekerjaan atau tak melihat agenda perubahan dalam autokrasi di negara-negara mereka.