Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Desember 2011

Asal Usul Boneka Teddy Bear



Suatu hari, Presiden Theodore Roosevelt pergi berburu.
Seekor beruang tertangkap dan diikat agar presiden dapat
menembaknya, namun Presiden Roosevelt tidak mau membunuh
beruang itu. Kisah ini menjadi terkenal ketika dilaporkan
di surat kabar dan digambar dalam bentuk kartun.
Seorang laki-laki bernama Morris Michtom memiliki toko
permen dan alat-alat tulis. Istrinya yang bernama Rose
kadang-kadang membuat boneka beruang kecil yang diletakkan
di jendela toko mereka. Morris melihat kartun beruang di
koran dan mendapatkan ide. Dia minta istrinya membuat
beberapa beruang khusus seperti yang ada dalam gambar
kartun itu.

Jumat, 18 Maret 2011

100 Tokoh Paling Berpengaruh Dalam Sejarah Dunia

Pada 1978, Michael H. Hart menerbitkan buku berjudul 100 Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah (terjemahan Mahbub Djunaidi). Buku itu memuat peringkat 100 yang ia merasa memiliki pengaruh terkuat dalam sejarah manusia. Bukunya secara hangat diperdebatkan konsep bukunya secara luas ditiru. Penting untuk dicatat bahwa Dr. Hart tak memasukkan orang terbesar. Kriterianya ialah berpengaruh.

Buku ini dicetak kembali pada 1992 dengan beberapa revisi nyata terhadap daftar urutan 100 dan pangkat luar biasa mereka. Terutama di antara revisi itu ialah penurunan pangkat tokoh komunis seperti Lenin dan Joseph Stalin, dan pengenalan Mikhail Sergeyevich Gorbachev. Edisi ini juga memuat Edward de Vere menggantikan William Shakespeare. Hart menggantikan Niels Henrik David Bohr dan Antoine Henri Becquerel dengan Ernest Rutherford, juga membetulkan kesalahan dalam edisi pertama. Henry Ford juga dimasukkan di sini dari yang sekedar "Tokoh-tokoh Terhormat", menggantikan Pablo Picasso. Akhirnya, urutan itu ditata kembali.


Berikut Urutannya :

1. Muhammad --- pendiri Islam, penguasa Arabia

Rabu, 16 Maret 2011

Fukushima Bagai Kota Mati

Neil Ikhsan (20) tak pernah menyangka pada Jumat (11/3/2011) lalu sebuah goncangan gempa tiba-tiba terjadi sedemikian kuatnya. Selama dua tahun ia tinggal di Jepang, tepatnya di Fukushima, gempa memang kerap kali terjadi, tetapi tak sebesar hari itu. Gedung-gedung bergetar hebat. Peralatan di perkantoran, rumah, ataupun di kampus-kampus berserakan. Semua orang hanya bisa berpikir untuk menyelamatkan diri masing-masing menuju ruang terbuka.
"Pas gempa ada alarmnya, tapi di sana gempa itu biasa. Goyang-goyang, tapi kenapa ini lama sekali tidak berhenti-henti," ungkap Neil, Selasa (15/3/2011) di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta.
Neil yang merupakan mahasiswa Fukushima Technology College menceritakan, saat itu warga Jepang berhamburan keluar rumah. Tak lama berselang, sebuah ledakan besar terjadi dari arah pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
"Saya sedang kumpul dengan teman-teman, orang-orang sudah ramai ada nuklir yang meledak. Dari jauh saya lihat asap tebal hitam sudah ke atas, orang-orang panik takut terkena radiasi," ujarnya. Api yang membubung ke langit begitu hitam dan akhirnya semakin membesar.