Sabtu, 30 Juli 2011

Menangkap Saingannya si Piranha

Angler Jeremy Wade, seorang pemancing profesional asal Inggris merupakan satu dari sedikit orang yang berhasil menangkap tigerfish. Ia berhasil mengalahkan ikan sepanjang 5 kaki atau sekitar 1,5 meter berbobot 45 kg setelah berupaya menangkapnya selama 8 hari.

“Ikan ini sangat jarang dan sulit ditangkap karena ia tinggal di kawasan yang sangat terpencil dan sulit dijangkau,” kata Wade, seperti dikutip dari River Monsters. “Tidak ada pemandu atau pun penginapan di kawasan sekitar tempat tinggal ikan ini di sungai Congo,” ucapnya.

Wade menyebutkan, ikan ini juga sangat berbahaya untuk ditangkap. “Jika Anda tidak berhati-hati, ia dapat dengan mudah mencopot jari Anda atau lebih buruk lagi,” ucapnya. Berikut video: Tigerfish, Ikan Buas Asal Afrika.

Penutupan dengan Kemenangan,Ouh senangnya

29 Juli 2010, aku datang ke sekolah seperti biasanya di ujung waktu, dan seperti biasa nya juga setiap Jum'at speech english di lapanga, dan lagi-lagi seperti minggu biasa nya jugak aku maju ke depan untuk nanyak(sebenarnya sih karena di suruh mah miss itu).

Dan pada hari ini juga kami anak SKI ada perlombaan di My club, jadinya sih berharap perginya pada les pertama gitu biar gak belajar,ahahha. Tapi sayang hal itu gagal terealisasikan karena ketua kami gak di kasih permisi sama guru nya, jadiny kami pun nunggu sampai les ke 4. Untung aja pr ku sempat aku kerjain walaupun agak salah.

Kami semua yang mengikuti lomba maupun yang gak ikut pergi dan meninggalkan jam pelajaran (seperti yang ku harapakan). Tapi sialnya ketika mau pergi keGEJEan terjadi, aku belum tau pergi sama siapa, naik apa?? di tambah lagi ada kawan ku yang stress dan tidak kalah penting sih aku sakit perut...!!!

Huft... akirnya pergi juga setelah macam orang gilak 1/2 jam nunggu di depan sekolah sekaligus nahan2 gitu, hAha dan jugak ntah berapa guru yang nanyak-nanyak in, termasuk buk KEPSEK kita tercinta ini. Aku pergi sama wak Sufi kami gak tau di mana Taman Budaya, eh.. begitu sampek "ini ny.. dah sering lah awak ngelewatin ini,Sufi ngomong dan aku meng-iakan"

Kamis, 28 Juli 2011

Australia Selidiki Kasus Pertama Perdagangan Organ Manusia

Operasi pencangkokan ginjal (ilustrasi). Pemerintah Australia menyelidiki kasus pertama yang diduga sebagai perdagangan organ tubuh di Sydney.


Polisi di Australia sedang menyelidiki kasus yang pertama dicurigai sebagai perdagangan organ di negara itu.
Harian Sydney Morning Herald melaporkan hari Kamis bahwa seorang wanita lanjut usia di Sydney yang menderita penyakit ginjal dicurigai mendatangkan seorang wanita yang lebih muda dari Filipina dengan maksud untuk memperoleh organ darinya.
Suratkabar tersebut mengatakan bahwa wawancara pemeriksaan rutin di sebuah rumah sakit Sydney di mana pembedahan itu akan diadakan mengungkapkan bahwa wanita muda itu belum sepenuhnya mengizinkan rencana tersebut.
Polisi federal mengadakan penggeledahan di sebuah rumah di New South Wales bulan Maret, tetapi tidak ada yang ditangkap.

Minggu, 24 Juli 2011

Kesamaan Hollywood dan Batam


Apakah anda tahu bahwa Hollywood dulu direncanakan untuk menjadi suatu model masyarakat yang penduduknya bebas dari minuman keras? Daerah itu ditemukan oleh keluarga Wilcox, yang membeli tanah itu di tahun 1887.
Suatu ketika, Nyonya Wilcox sedang duduk di kereta api, disebelah seorang wanita yang mempunyai rumah musim panas dengan nama "Hollywood". Rupanya Nyonya Wilcox menyukai bunyi dari nama tersebut. Akhirnya ia memilih nama Hollywood untuk menamakan daerahnya.
Selama 20 tahun, Hollywood merupakan desa dengan 500 warga dengan masalah yang tidak lebih berat daripada bagaimana menjaga domba mereka untuk tidak berkeliaran di alun-alun desa.

Sabtu, 23 Juli 2011

Tak Disangka!!

Terkisah 4 orang remaja putera dengan karakter yang berbeda-beda.Mulai dari yang agak EGOIS, selalu tersenyum, selalu marah aja bawak-anny bahkan selalu belajar. Mereka semua dipertemukan Tuhan ketika masuk SMA. Mereka menjalani hari-hari di sekolah dengan penuh kesenangan kesedihan yang selalu mereka alami bersama.

Tiba-tiba tersentak hati dari salah satu 4 remaja ini yang bernama Hayom seorang yang selalu tersenyum, dia mengatakan kepada semuanya bagaimana jika kita harus mendapatkan 4 orang teman cewek jugak. Namun temannya yang rajin belajar ini tidak setuju, karena dia tidak mau berpacaran dia hanya mau nya belajar dan belajar agar dia bisa lulus di Fakultas ITB. Akhirnya kesepakatan bersama pun terjadi, mencari 4 teman cewek bukan berarti untuk dijadikan pacar melainkan hanya sebatas teman doank. Dan akhirnya semuanya setuju.

Setelah berbulan-bulan akhirnya mereka mendapatkan 4 teman cewek yang jugak kebetulan sangat kompak, dan akhirnya pun mereka selalu bersama menjalankan hari-hari sekolah dan les mereka. Mereka menamakan geng mereka dgn sebutan Double F4.

Pada suatu sore sepulang dari les bahasa inggris mereka membuat perjanjian untuk selalu bersama sampai kuliah nanti, walaupun tidak satu universitas tapi setidaknya 1 kota, dan tujuan kota mereka adalah JAKARTA. Walaupun salah satu dari mereka ada yang berkeinginan masuk ITB yang berlokasi di Bandung, tapi akhirnya dia mengalah. Semenjak itu mereka berusaha belajar keras dan mengikuti berbagai macam les untuk bisa masuk UI dan STAN.

Jumat, 22 Juli 2011

Monyet Bisa Menyesal???

Manusia mengalami rasa menyesal. Tapi tidak hanya manusia, ternyata monyet juga. Para peneliti neurobiologi Universitas Yale,Connecticut, Amerika Serikat, meneliti proses pengambilan keputusan yang dilakukan monyet. Hasil penelitian mereka dipublikasikan di jurnal Neuron edisi 26 Mei.
“Rasa menyesal membantu kita mengenali pilihan yang hasilnya buruk, sehingga kita dapat melihat pilihan lain yang hasilnya lebih baik,” ungkap Daeyeol Lee, professor neurobiologi Universitas Yale.
Reaksi monyet yang menyesal

Nama Syekh HAMAD Terlihat dari Angkasa

Biasanya, anak-anak kecil menulis nama mereka di atas pasir dan akan mengulanginya lagi sampai bosan tulisan mereka tersapu air. Seorang syekh dari keluarga kerajaan Abu Dhabi juga suka menulis di atas pasir, namun ia memiliki cara sendiri supaya tulisannya tetap ada dan diingat.

Hamad bin Hamdan Al Nahyan menuliskan namanya dalam ukuran super besar di atas pasir salah satu pulau miliknya, Al Futaisi. Dilansir dari laman Daily Mail, Kamis, 21 Juli 2011, ukuran yang sangat besar itu dimaksudkan supaya namanya bisa terlihat dari luar angkasa.

Hamad menginstruksikan para pekerjanya untuk mengukir kata 'HAMAD' membentuk aliran air supaya tak tersapu ombak.  Nama tersebut diukir sepanjang 3 kilometer dari huruf H sampai D, sementara tingginya mencapai 1000 meter. Tidak diketahui berapa biaya dikeluarkan untuk proyek itu.