Jumat, 19 Agustus 2011

Bulan Madu Jadi Petaka

LONDON - Baru sebulan menyandang status sebagai istri, Gemma Redmond harus menjanda. Suaminya, Ian Redmond, tewas diserang ikan hiu di sebuah resort di Seychelles, tempat mereka berbulan madu.
Kini, guru sekolah dasar berusia 27 tahun ini masih terpukul. Ian dan Gemma berpacaran selama sembilan tahun sebelum akhirnya memutuskan menikah bulan ini.
"Saya sangat mencintainya dan dia adalah seorang suami yang sangat khusus, seorang putra yang bijaksana, dan seorang saudara setia. Dia bekerja tanpa lelah untuk mewujudkan impiannya membentuk kehidupan rumah tangga yang indah," katanya.
Serangan hiu datang saat pasangan ini pada minggu kedua bulan madu mereka di Pulau Praslin memutuskan menikmati keindahan pantai Anse Lazio berdua. Suaminya berenang di pantai, dan Gemma sibuk merekamnya dengan kamera video. Perairan itu relatif dangkal, dan hanya 20 meter dari pantai. Ia baru saja duduk untuk berjemur ketika mendengar teriakan minta tolong suaminya.

Kamis, 18 Agustus 2011

Ancam Potong Lidah David Letterman

Militan Muslim Ancam Potong Lidah David Letterman
Militan Muslim Ancam Potong Lidah David Letterman

Sebuah badan intelejen Amerika Serikat yang bernama SITE, hari Rabu (17/8) kemarin menyatakan bahwa ada seorang yang diduga militan muslim mengancam keselamatan David Letterman, seorang pembawa acara terkenal di Amerika. Militan tersebut diduga menjadi emosi dan marah setelah menyaksikan David Letterman memberikan sebuah gurauan untuk peristiwa terbunuhnya Osama Bin Laden.
Saat itu David Letterman memberikan isyarat melalui sebuah jari yang melintasi lehernya untuk menandakan kematian pemimpin Al-Qaeda tersebut. Sang militan kemudian emosi dan memberikan pernyataan yang mengancam melalui laman Shumukh Al-Islam yang berbunyi, "Potong lidah orang Yahudi tersebut dan bunuh dia". Militan tersebut tidak mengetahui bahwa David Letterman ternyata bukanlah seorang Yahudi.

PBB Khawatirkan Nasib Anak-Anak di Kamp Ethiopia


UNHCR – badan urusan pengungsi PBB – mengatakan anak-anak di sebuah kamp bagi para pengungsi Somalia di Ethiopia kini sekarat dalam jumlah yang “mencemaskan”.

UNHCR melaporkan sekitar 10 anak di bawah usia lima tahun meninggal setiap hari di kamp pengungsi Koba di Ethiopia Timur. UNHCR mengatakan kurang gizi merupakan penyebab utama kematian tersebut, tetapi wabah campak diduga memperburuk masalah ini.

Kamp di wilayah Dollo Ado dibuka bulan Juni bagi ribuan warga Somalia yang menyelamatkan diri dari kemarau panjang, bencana kelaparan dan pertempuran di negara mereka.

PBB telah mengumumkan bencana kelaparan di lima wilayah di Somalia Selatan, dan memperkirakan bencana ini akan meluas ke seluruh kawasan Selatan selambat-lambatnya pada akhir bulan ini.

Hotel Luar Angkasa Made in Russia

Hotel luar angkasa Rusia 1 (Orbital Technologies)
Adu tanding antara angkasa luar antara Amerika Serikat dan Uni Soviet telah lama berakhir. Namun Rusia, pecahan terbesar Uni Soviet, melanjutkan tradisi penjelajahan langit. Sebuah perusahaan swasta di negara tersebut bahkan berencana membangun hotel pertama di luar angkasa.
Hotel luar angkasa Rusia 3

Rencana pembangunan hotel di luar Bumi -- 217 mil dari Bumi -- itu diumumkan  15 Agustus 2011 lalu. Hotel tersebut bisa melayani tujuh tamu dalam empat kabinnya. Tiap kabin memiliki jendela besar, agar para tamu bisa memandang Bumi yang kebiruan dan berotasi.

Jangankan tinggal, menuju ke hotel tersebut adalah sebuah petualangan. Butuh waktu dua hari mengangkasa menggunakan roket Soyuz. Ini tentu saja menjadi perjalanan liburan yang supermahal. Lima hari menginap, tamu harus merogoh kantong dalam-dalam, antara 100 ribu sampai 500 ribu poundsterling.

Hotel atau stasiun luar angkasa komersial ini belum punya nama. Rencananya ia akan dioperasikan mulai tahun 2016. Menurut pembuatnya, stasiun itu akan jauh lebih nyaman dari pada Stasiun Luar Angkasa Internasional yang digunakan para astronot dan kosmonot.

Dalam kondisi non-gravitasi, para pengunjung bisa memilih, tidur secara horizontal atau vertikal. Sementara, air mandi akan diatur sedemikian rupa agar tidak mengalir ke tempat yang tak seharusnya. Sebab, tanpa gravitasi, air bisa mengalir ke segala arah. Sementara di stasiun luar angkasa, para penghuninya harus membersihkan diri dengan spons mandi.

Say Good Bye Naturalisasi

Langkah PSSI era Nurdin Halid yang memilih jalan pintas menuju prestasi dengan menerapkan proses naturalisasi akan distop oleh pengurus PSSI baru dibawah komando Djohar Arifin Husein. Langkah ini diambil untuk memberikan kesempatan pada pemain lokal.

Seperti yang diungkapkan oleh Sekjen PSSI, Tri Goestoro, induk organisasi sepakbola tertinggi tanah air itu tidak akan melanjutkan program naturalisasi yang sebelumnya dijalankan pengurus lama.

"Saat ini sudah dua ada pemain naturalisasi yang bergabung dengan Timnas U23 dan masih ada beberapa pemain lagi yang menunggu disahkan oleh Menkumham," papar Tri Goestoro saat ditanya INILAH.COM dikantor PSSI, Senayan.

"Tapi setelah itu akan dihentikan dulu. Kasihankan nanti (pemain lokal) tidak dapat kesempatan," jelasnya.

Saat ini sudah ada tiga pemain naturalisasi yang sudah resmi mendapatkan paspor Indonesia yaitu Christian Gonzales, Diego Michiels, Ruben Wuarbanaran, lalu masih ada enam pemain lagi yang sudah mengantri yaitu Stefano Lilipaly, John Van Beukering, Sergio van Dijk, Joey Suk, Tonny Cussel, dan dua pemain yang saat ini bermain di Indonesia Super League (ISL), Victor Igbonefo (Persipura/Nigeria) dan Greg Nwokolo (Persija/ Nigeria).

Selasa, 16 Agustus 2011

Foto - Foto "Penyiksaan" Bocah-Bocah Calon Juara Olimpiade Dari China

Foto - Foto "Penyiksaan" Bocah-Bocah Calon Juara Olimpiade Dari China

"Olahraga adalah bisnis yang serius di Sekolah Shichahai, yang merupakan salah satu dari lebih dari 300 sekolah elit, yang kontroversial, yang didanai pemerintah akademi dikhususkan untuk pelatihan generasi berikutnya dari atlet Cina", tulis Telegraph dalam laporan yang diterbitkan sebelum Olimpiade Beijing.
Pelatihan untuk olahraga dimulai pada usia sangat dini di Cina. Sebagian besar dibina di usia enam tahun dan dikirim ke sekolah olahraga khusus bersama dengan ribuan lain yang menunjukkan punya bakat. Mayoritas tidak lulus seleksi kelas tetapi bagi mereka yang lulus, mereka mendapat tekanan yang intens untuk menang. Sekitar 600 anak usia antara enam dan 18, dari seluruh Cina, penuh waktu berlatih di Sekolah Olahraga Shichahai.

Enam hari seminggu, mereka belajar di pagi hari dan melatih selama empat jam di sore hari. Orangtua diperbolehkan untuk melihat anak-anak mereka hanya pada akhir pekan, tetapi di ruangan yang terpisah, para orang tua ini membawa harapan anaknya akan menuai kemenangan dan kemewahan sebagai juara Olimpiade.


Orang tua dari atlet menjanjikan yang miskin sering diberikan sebuah rumah di kampung halaman mereka oleh biro olahraga lokal. Yang Lain hanya ingin pendidikan yang layak bagi anak-anak mereka.Shichahai telah memainkan peran utama dalam memproduksi atlet top untuk negara yang banyak memenangkan medali emas di Olimpiade.


Tetapi untuk semua keberhasilannya, sekolah, dan sistem pendidikannya, telah dituduh terlalu keras dalam mengekspos dan mendidik para calon atlet muda mereka, dan bahkan menyalahgunakan anak-anak.Pada kunjungan ke Shichahai pada tahun 2005, juara Olimpiade dayung empat kali dari Inggris Sir Matthew Pinsent mengatakan ia melihat seorang anak gadis 7 tahun yang menangis yang dipaksa untuk melakukan handstands, dan anak laki-laki dengan tanda cap di punggungnya.


Anak usia enam tahun haul kepala mereka di atas bar berulang - wajah mereka terlihat tegang seperti menahan sakit tetapi mereka tidak mengeluarkan suara. Para pelatih begitu ketat dan tidak pernah tersenyum. Beberapa pelatih dituduh sering melakukan pemukulan pada siswanya. Dalam satu kasus, Sekolah Atletik Liaoning Anshan ditemukan telah memberi doping pada murid-muridnya di usia muda 15 tahun, dengan hormon erythropoietin (EPO) dan testosteron.


Wu Yigang, seorang profesor di Shanghai University, mengatakan kepada Washington Post, "Beberapa sekolah khusus olahraga dapat disamakan dengan tidak lebih dari pabrik perakitan atlit. Mereka sering membutuhkan 6 jam atau lebih pelatihan dalam sehari. ” Banyak atlet China telah mencurahkan begitu banyak waktu mereka untuk pelatihan mereka sehingga tidak bisa melampaui pendidikan di atas kelas lima. "


Ketika anak-anak meninggalkan sekolah atletik, mereka tidak bisa melakukan apa-apa karena mereka tidak memiliki keterampilan. komisi olahraga lokal kadang-kadang memberikan pekerjaan, tetapi pada akhirnya, banyak dari mereka menjadi pekerja pabrik.Beberapa atlet dijanjikan pekerjaan sebagai polisi ketika mereka pensiun, tapi janji-janji sering diingkari. Harian China Sports memperkirakan bahwa 80 persen dari atlet pensiun Cina menderita masalah kesehatan kronis, pengangguran,dan kemiskinan akibat dari overtraining.

Spoiler for memprihatinkan:


Uploaded with
ImageShack.us

Taman Nasional Komodo Mundur dari "Seven Wonders"

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menarik mundur Taman Nasional Komodo (TNK) sebagai finalis dalam ajang pemilihan tujuh keajaiban alam baru atau "New seven wonders of nature" (N7WN).

"Keputusan ini diambil karena pihak penyelenggara kampanye New 7 Wonders (N7W) Foundation telah melakukan tindakan tidak profesional, tidak konsisten, dan tidak transparan, serta tidak memiliki kredibilitas yang dapat dipertanggungjawabkan," kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar), Jero Wacik, di Jakarta, Senin.
Menurut menteri ketika secara resmi mengumumkan keputusan itu dalam acara jumpa pers, meski TNK mengundurkan diri dari kampanye pemilihan tujuh keajaiban alam baru bersi yayasan New 7 Wonders, namun TNK tetap merupakan "world heritage" atau warisan dunia yang diakui Unesco pada 1991.
Pada Agustus 2008, Kemenbudpar menjadi Official Supporting Committee (OSC)/Lead Agency untuk mendukung TNK sebagai salah satu dari 7 keajaiban alam baru yang pemilihannya dilakukan melalui "online voting".
Kemenbudpar telah melakukan serangkaian kegiatan kampanye "online" dan "offline" baik di dalam maupun di luar negeri untuk mempromosikan dan mendukung TNK dan telah membuahkan hasil pada 21 Juli 2009 saat TNK terpilih sebagai salah satu dari 28 finalis kampanye N7WN setelah menyisihkan 440 nominasi dari 220 negara.